Selasa, 22 November 2011

Teknik Pengambilan Gambar Film dan Televisi

Prinsip-prinsip dasar teknik pengambilan gambar dalam dunia film dan televisi, hal yang berlaku sama di mana pun di seluruh industri film dan televisi dari berbagai negara di seluruh dunia. 

Dari Hollywood sampai Bollywood, pun bila masih ada Tangkiwood, teknik yang dipakai sama. 

Sebagai catatan, teori ini tidak hanya berlaku untuk film dan televisi, namun bisa diterapkan untuk gambar 1 frame alias fotografi, sebab ini adalah teori tentang estetika memindahkan gambar ke dalam bentuk frame. 


EWS (Extreme Wide Shot)



Gambar diambil dari jarak yang sangat jauh bahkan subjek dari karakter tokoh tidak kelihatan sama sekali, hanya suasana dalam sebuah lingkungan (environment) yang diambil secara luas. Biasa digunakan pada bagian awal pembuka film untuk membangun suasana. 

Catatan: EWS terkadang disebut juga dengan istilah XLS (Xtreme Long Shot). 


VWS (Very Wide Shot)



Subjek mulai kelihatan tapi tetap dengan menempatkan pada lingkungan sekitarnya. Bisa dikatakan bahwa jarak subjek pada VWS lebih dekat ketimbang EWS yang subjeknya bahkan bisa saja tidak keliatan sama-sekali. Subjek pada VWS pada intinya adalah penempatan ruang dan lingkungan yang masih menyertainya. 


WS (Wide Shot)



Pengambilan subyek memenuhi isi frame, lengkap dari kepala hingga kaki dengan komposisi gambar seartistik mungkin. 

Catatan: WS juga biasa dikenal dengan istilah LS (Long Shot)


MS (Mid Shot)

Subjek ditempatkan setengah frame dengan spesifikasi detil tertentu untuk mendapatkan impresinya pada gambar. MS lebih menitikberatkan pada gesture tokoh tanpa menitikberatkan intensitasnya. Ditujukan untuk mendapatkan detil konsentrasi emosional dan ekspresi tertentu dalam pemberian kekuatan karakter tokoh yang diambil gambarnya. 


MCU (Medium Close Up)



Subjek diambil gambarnya agak mendekat tapi bukan kelewat dekat (close up), menggambarkan kondisi wajahnya lebih jelas ketimbang MS namun masih dengan beberapa perangkat pun kesibukan lainnya. Teknik yang menekankan subjek yang menggambarkan fakta bahwa tokoh atau karakter tertentu dalam film dengan ekspresinya. 


CU (Close Up)



Dipastikan semua orang sudah mengenal betul istilah ini. Benar, CU adalah penggambaran karakter tokoh dengan menempatkan wajahnya 1 frame penuh dengan segala ekspresinya. 


ECU (Extreme Close Up)



ECU lebih ditekankan pada pengambilan detil ekspresi dan karakter tokoh yang diperankan. Menunjukkan dengan sangat detil ekspresi yang diambil dari bagian-bagian tertentu tubuh seperti mata, hidung atau bibir. 

Catatan: ECU terkadang disebut juga dengan istilah XCU. 


Cut-In



Teknik pengambilan gambar pada subjek untuk detil tertentu dan tanpa muka. Dalam contoh gambar ini bagaimana seorang subjek tengah memegang kamera dan detil memegang kamera itulah yang ditekankan. 


Cutaway



Teknik pengambilan gambar di mana subjek berada pada lingkungannya dengan subjek-subjek lainnya. Di tengah kerumunan, pun di antara banyak orang. Dalam pekerjaan editing, CA lebih digunakan sebagai penyerantara (in-between) dengan gambar berikutnya untuk memberikan impresi tertentu pada penekanan informasi karakter yang diperankan. 


Two Shot



Pengambilan gambar dengan 2 subjek. Memang agak mirip dengan MS, hanya saja ini 2 subjek. Dasar teorinya, "One-Shot" bisa berarti "Mid-Shot", pun "Three-Shot" juga berarti mengambil gambar dengan 3 subjek. 

Pekanannya pada hubungan yang dibangun pada karakter tokoh tertentu dengan tokoh lainnya. 


OSS (Over-the-Shoulder Shot)



Adanya subjek gambar yang membelakangi subjek lain, biasanya diambil dengan ukuran sepertiga subjek dari frame. Teknik ini adalah pengambilan gambar dengan memasukkan bagian belakang subjek lain untuk membelakangi subjek karakter tokoh dalam frame. 


Noddy Shot



Biasanya mengacu pada posisi subjek yang sedang menyimak, mendengarkan, atau memperhatikan subjek lain. Teknik pengambilan gambar yang paling sering dipakai program berita televisi ketika mewawancarai narasumber. 


POV (Point-of-View)



Teknik pengambilan gambar dengan menekankan sudut perspektif dari subjek, atau elemen tertentu lainnya. Paling sering dipakai pada subjek yang tengah memberikan impresi tertentu pada karakternya yang diwakilkan dengan tangan. 

Catatan: POV juga dikenal dengan istilah POI (Point-of-Interest). 

4 komentar:

Sadeva Aldy Pratama mengatakan...

sayangnya ga ada minat jadi kameraman :D

Mahdi's Blog® mengatakan...

Materi sekolah ini gan :o:

Francine Tomasouw mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Francine Tomasouw mengatakan...

ringkas gan :b:
gan tolong postingin jenis2 kamera untuk pembuatan film dong gan :h:
ane cari2 di mbah google gak ketemu gan :g:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free Download | Bloggerized by Mahdi - Exclusive Blogger Themes | Mahdi